Gempa Bumi

Indonesia Sering Dilanda Gempa Bumi, banyak korban dan banyak kerugian. Banyak yang bertanya apakah gempa dapat di prediksi? maka sebelum menjawab pertanyaan tersebut mari kita membahas “apa itu Gempa Bumi?”

Secara singkat gempa bumi adalah “pelepasan energi dari dalam bumi”. Pelepasan energi tersebut terjadi karena kompleksnya struktur dalam bumi yang dijelaskan pada teori tektonik lempeng. Gempa bumi bisa terjadi akibat tektonik maupun vulkanik. Contoh gampangnya seperti karet yang kita tarik sampai putus, ketika dia putus akan melepaskan energi potensial begitu juga kondisi lempeng yang melepaskan energi potensial sehingga menjadi gempa. Berdasarkan data seismotektonik USGS penyebaran gempa tektonik yang memungkinkan di indonesia digambarkan pada gambar berikut :

Maka dari segi seismotektonik, Indonesia dikelilingi oleh 4 lempeng besar tektonik dunia, yaitu lempeng Eurasia, Australia, Pasifik, dan Philipina. Sehingga di Indonesia bayak terjadi gempa pada zona subduksi yang tergolong pada jenis gempa tektonik.

Gempa bumi terjadi diawali dengan akumulasi stress di sekitar batas lempeng, sehingga aktifitas gempa banyak disini. Walaupun konsentrasi akumulasi stress akibat tabrakan lempeng berada di sekitar batas lempeng, akibatnya bisa sampai jauh sampai beberapa ratus kilometer dari batas lempeng karena ada pelimpahan stress di kerak bumi, sehingga ada daerah aktif gempa di luar daerah pertemuan lempeng. Kasus sesar Sumatra umpamanya adalah sesar yang dibentuk oleh pelimpahan stress tabrakan lempeng Indo-Australia dengan Eurasia dengan sudut tabrakan miring terhadap garis batas. Kemiringan ini menyebabkan timbulnya sesar Sumatra dimana konsentrasi akumulasi stress atau pusat-pusat gempa di daerah ini(htttp://reindo.co.id/gempa/reference/indore.htm).

Beberapa sesar aktif yang terkenal di Indonesia adalah sesar Sumatra, sesar Cimandiri di Jawa barat, sesar Palu-Koro di Sulawesi, sesar naik Flores, sesar naik Wetar, dan sesar geser Sorong. Keaktifan masing-masing sesar ditandai dengan terjadinya gempa bumi. Gempa dangkal (kedalaman 0-50km) yang terjadi pada periode 1900-1995 dengan skala Richter 5.5 atau lebih, membuktikan lokasi-lokasi daerah aktif gempa di Indonesia. Sebagian dari gempa tersebut menimbulkan bencana, bergatung pada beberapa hal;

·        Skala atau magnitude gempa

·        Durasi dan kekuatan getaran

·        Jarak sumber gempa terhadap perkotaan

·        Kedalaman sumber gempa

·        Kualitas tanah dan bangunan

·        Lokasi bangunan terhadap perbukitan dan pantai

Faktor kualitas tanah dan bangunan adalah faktor yang sangat menentukan untuk pengkajian resiko gempa bumi. Kualitas tanah di tempat bangunan berdiri dinyatakan dengan percepatan tanah maksimum (Peak Ground Acceleration) dari catatan exact accelerograph sewaktu gempa besar terjadi. Hal ini sangat jarang terjadi karena periode gempa besar sangat panjang (50-100 tahun) dan karena acceleropgraph.belum terpasang. Karena itu banyak cara empiris dilakukan untuk menemukan percepatan maksimum di perkotaan. Disamping itu lokasi bangunan terhadap pantai yang rentan terhadap ancaman tsunami dan lokasi bangunan terhadap perbukitan yang rentan terhadap longsoran perlu juga dimasukkan dalam pertimbangan asuransi.

var adfly_id = 5422020;
var adfly_advert = ‘int';
var frequency_cap = 5;
var frequency_delay = 5;
var init_delay = 3;

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s